IPPMIK Gelar Dialog: RUU Omnibus Law, Antara Investasi dan Kesejahteraan

Dialog Publik RUU Omnibus Law yang digelar IPPMIK. Foto: Istimewa

WartaLensa.com, Kendari – Pemerintah saat ini sedang merencanakan Rancangan Undang – Undang (RUU) Omnibus Law. Rencana itu banyak menuai kritik hingga penolakan dari berbagai pihak. Tapi, ada beberapa pihak yang setuju.

Untuk mendiskusikan soal RUU Omnibus Law, utamanya di kalangan aktivis mahasiswa, praktisi hukum dan pengamat di Sultra, Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Kendari (IPPMIK) menggelar dialog. Kegiatan tersebut dikemas dalam diskusi publik dengan tema RUU Omnibus Law: Antara Investasi dan Kesejahteraan.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa sebagai peserta diberi kesempatan untuk memberi kritik dan tanggapan terhadap RUU itu.

Setidaknya ada lima pemateri dalam kegiatan tersebut yang siap berdialog, mereka adalah Dr Safri Sofyan Sanib, Pakar Hukum Perdata, Andre Darmawan, Praktisi Hukum, Indra Eka Putra, Aktivis Senior, Ketua SBSI Sultra Alfian Pradana Liambo MH dan Ketua IPPMIK Kendari Muh. Arjuna.

Salah satu pemateri, Andre Dermawan, menyatakan setuju dengan RUU Omnibus Law. Menurutnya RUU itu adalah langkah maju yang dibuat pemerintah .

Menurut Andre, RUU itu akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Bagi Andre, Omnibus Law tak hanya memudahkan para pelaku usaha, tapi juga memberikan lowongan kerja bagi masyarakat.

“Jadi, untuk apa ditolak. Terobosan pemerintah ini seharusnya kita dukung. Dengan masuknya investasi besar di Indonesia, maka membuat perekonomian kita semakin berkembang,” kata Andre Dermawan.

Usai memberi materi, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya maupun menyampaikan kritik terkait Omnibus Law.

Selain Andre, sejumlah pemateri lain juga memberikan pemahaman soal Omnibus Law.

Seperti Andre, pakar hukum perdata Dr. Safri Sofyan Sanib mendukung Omnibus Law, sebab menurut dia RUU itu dapat memudahkan untuk mengurus sejumlah izin-izin yang ada di pemerintahan.

Ditempat yang sama, Ketua IPPMIK, Muh Arjuna, mengatakan, kegiatan ini dibuat untuk membahas soal RUU Omnibus Law, dengan diskusi ini, Arjuna berharap pada mahasiswa, aktivis dan akademisi yang hadir faham tentang plus minus RUU Omnibus Law.

“Kita tau, RUU ini banyak mendapat penolakan, tapi adapula yang setuju. Di Sultra RUU ini juga hangat di bahas, pro kontra terjadi. Nah, olehnya itu, kami dari IPPMIK menyiapkan suatu wadah atau forum diskusi untuk membahas RUU itu,” pungkasnya. (waa)

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on "IPPMIK Gelar Dialog: RUU Omnibus Law, Antara In..." A few seconds ago

Pos terkait