Ditengah Duka, Dua Laode FC Boyong Piala Waburense Cup 1

  • Whatsapp

Buteng, Wartalensa.com – Ditengah suasana duka mendalam atas meninggalnya istri dari kapten Dua Laode FC, Hady Purnama, anak-anak elang emas (julukan Dua Laode FC-RED) mampu memboyong piala Waburense Cup 1 setelah dibabak final menaklukkan tim kebanggaan masyarakat Buteng, Panther FC Buteng melalui drama adu finalti 4-1 (1:1) di Lapangan Terapung Waburense (4/12).

Bertanding dihadapan ribuan pasang mata yang berjubel memenuhi Lapangan Terapung Waburense, anak-anak elang emas sukses menyuguhkan permainan cepat dan menyerang. Dalam pantauan wartalensa.com, selama 2×35 menit pertandingan, anak-anak elang emas sukses menciptakan 14 shot on goal berbanding 2 shot on goal milik tuan rumah.

Dua Laode FC berfoto sebelum pertandingan dimulai mengenakan jersey dengan foto almarhumah istri Hady Purnama.

Bacaan Lainnya

Jalannya Pertandingan

Banyaknya peluang yang dimiliki oleh anak-anak elang emas sepanjang babak pertama, belum juga membuahkan hasil. Sebaliknya satu-satunya peluang yang dimiliki oleh tuan rumah melalui serangan balik cepat mampu dikonversi menjadi gol. Hingga babak pertama berakhir, Dua Laode FC tertinggal 0-1 atas Panther FC.

Dua Laode FC berfoto sebelum kick off babak pertama.

Memasuki babak kedua, Dua Laode FC kembali mengurung pertahanan Panther FC. Serangan Dua Laode FC yang dibangun dari winger Verlin disisi kiri dan Alan Marhan disisi kanan silih berganti merepotkan pertahanan Panther FC. Demikian pula playmaker Dua Laode FC Kurniawan dan Nawawi beberapa kali memberika umpan terobosan kearea pertahanan Panther FC, namun belum mampu berbuah gol. Duet striker Dua Laode FC, Iros dan Doni beberapa kali menciptakan peluang, tiga diantaranya mengenai tiang gawang Panther FC.

Barulah dimasa injury time serangan yang dilakukan dari sisi kanan pertanahan Panther FC berbuah finalti setelah Verlin dijatuhkan dikotak finalti. Verlin yang mengeksekusi finalti sukses merubah kedudukan menjadi 1:1. Skor imbang bertahan hingga akhir pertandingan.

Dua Laode FC berdoa sebelum masuk lapangan babak kedua.

Pertandingan kemudian dilanjutkan dengan adu finalti, tiga eksekutor Dua Laode FC masing-masing Verlin, Doni dan Amin sukses menjalankan tugas dengan apik. Sementara dua eksekutor Panther FC mampu digagalkan oleh penjaga gawang Dua Laode FC, Jumaidin Ibrahim. Pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Dua Laode FC.

Legenda sepakbola Sultra Jasman Harun kepada wartalensa.com mengatakan jika dalam pertandingan final tersebut, anak-anak Dua Laode FC diuntungkan dengan pengalaman dan jam terbang pemainnya yang sudah berpengalaman.

“Dua Laode FC bermain sangat rapi build up serangan dari bawah, mempertontonkan permainan cantik dari kaki ke kaki d motori oleh dua gelandang berpengalaman serta dua penyerang yg punya skil dan kecepatan sehingga mampu merepotkan barisan pertahanan Panther FC. Sebaliknya tuan rumah juga bermain sangat disiplin dan menerapkan save area. Saya melihat Dua Laode FC diuntungkan pengalaman dan mental bertanding, terutama babak adu finalti jelas sekali penjaga gawang Dua Laode memiliki mental yang bagus” urai Jasman.

Dua Laode FC Tiga Kali Berganti Kostum
Sebelum kick off dimulai, seluruh pemain Dua Laode FC memasuki lapangan dengan mengenakan jersey hitam dengan foto almarhumah istri Hadi Purnama, yang meninggal dunia tiga hari sebelum babak final digelar. Setelah kedua tim mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Bupati Buteng, Samahudin, tim Dua Laode FC kembali berganti kostum kuning emas di babak pertama.

Memasuki babak kedua, anak-anak Dua Laode FC kembali mengganti kostum merah-merah. Kedua kostum yang dikenakan anak-anak elang emas tertera logo MZF 10 the professor dilogo sponsor. MZF merujuk pada inisial Prof. Muhammad Zamrun Firihu, Rektor UHO.

Manajer Dua Laode FC, Muhammad Rizki Rianto, S.STP kepada wartalensa mengakui jika Dua Laode FC memiliki banyak kostum, namun dibabak final mereka mengenakan jersey yang diberikan oleh Prof. Zamrun sebagai bentuk penghargaan sebab dalam tim Dua Laode FC, sembilan orang pemainnya merupakan mahasiswa UHO, perguruan tinggi terbesar di Sultra yang dipimpin oleh Prof. Zamrun.

Dua Laode FC Ukir Sejarah

Kesuksesan memboyong piala Waburense Cup 1, juga menjadikan tim Dua Laode FC sebagai satu-satunya tim sepakbola asal Sultra yang sejak berdiri belum pernah mengalami kekalahan dalam pertandingan resmi (kompetisi).

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on “Ditengah Duka, Dua Laode FC Boyong Piala Wabure…” A few seconds ago

Pos terkait