Trofeo La Ode Daoho U40+ , Trio Penyerang LDM GG, Bersaing Rebut Top Scorer

  • Whatsapp

Mubar, Wartalensa.com – Tiga penyerang asal tim LDM Gold Generation (LDM-GG) kini sama-sama berada dipuncak top scorer trofeo La Ode Daoho U40+. Turnamen yang mempertemukan lima tim legenda sepakbola asal Muna Barat yakni Tiworo Tengah All Star (TWT), Tikep All Star, Tiworo Selatan All Star (Tisel), Maginti All Star dan Tiworo Utara All Star (Tirut) kini tengah dihelat dilapangan Mekar Jaya, Muna Barat.

Pemain legenda yang pernah malang melintang di lapangan sepakbola era 90-an hingga awal 2000-an itu kini kembali dipertemukan dalam sistem kompetisi penuh. Pemain yang diperbolehkan adalah mereka yang berusia minimal empat puluh tahun ditambah dua pemain yang berusia minimal 35 Tahun.

Hingga berita ini diturunkan (16/10), tim tuan rumah TWT masih memimpin klasemen dengan nilai 4, disusul oleh Tikep (4), Tisel (3), masing-masing dua kali bertanding, sedangkan Maginti dan Tirut belum mendapatkan point dan baru melakoni satu kali pertandingan.

Perburuan Gelar Top Scorer
Yang menarik dalam turnamen kali ini adalah pembuktian ketajaman striker yamg dimiliki kelima tim. Tiga striker asal LDM GG kini merajai top scorer yaitu La Ode Songko Panatagama yang bermain untuk TWT, Iskar (Tirut) dan Ridwan Suma (Tisel) masing-masing dengan dua gol.

Ketiga striker asal LDM GG tersebut memang dijagokan sebagai top scorer oleh publik sepakbola Muna Barat. Pasalnya, ketiga pemain tersebut merupakan striker tajam dizamannya. Kemudian usia ketiganya juga masih dibawah 40 tahun.

Legenda olehraga Muna Barat, Si Bunta kepada Wartalensa menuturkan jika ketiga pemain asal LDM GG tetsebut memiliki naluri mencetak gol yang bagus. Hanya saja mantan atlet sepak takraw nasional tersebut menilai ketiganya punya kelebihan yang berbeda dan punya kelemahan mendasar yang perlu diperbaiki.

“Kalau LSP kelebihannya penempatan posisi dan akurasi tendangannya bagus. Sejak dahulu, tendangan bebas yang dilakukan LSP itu seringkali menjadi gol. Tapi dia lamban dan malas bergerak mencari bola, kemudian stamina juga hanya bisa bermain satu babak. Sedangkan Iskar dia punya kelebihan rajin bergerak dan mau turun menjemput bola. Hanya saja dia punya kelemahan dalam akurasi dan penempatan posisi, adapun Ridwan punya kelebihan dalam hal kecepatan, berani berduel satu lawan satu tapi dia lemah dalam bola daerah. Ridwan juga lama menahan bola”, analisa Bunta.

Menurut Bunta, ketiga pemain asal LDM GG juga memiliki ketergantungan dari pemain lini kedua. Playmaker cerdas dibutuhkan untuk memberikan suplay bola matang. Sebab umpan crosing dari sayap akan sulit dikonversi menjadi gol.

“Saya belum melihat ketiganya menciptakan gol melalui sundulan atau gol yang berasal dari sisi sayap. Artinya jika mereka dihadapkan pada pemain bertahan yang cepat dan taktis, mereka akan kesulitan”, urai Bunta lagi.

Selain ketiga pemain tersebut, Bunta menjagokan mantan pemain Porda Muna, Teguh Suprianto sebagai top scorer. Terbukti hingga kini Teguh juga sudah menciptakan dua gol.

“Ini memang kompetisi bergengsi, terbukti penonton sangat antusias, apalagi semua pemain yang diturunkan adalah pemain bagus dizamannya. Maka siapa yang akan menjadi top scorer tentunya memiliki gengsi tersendiri”, pungkas Bunta.

Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on "Trofeo La Ode Daoho U40+ , Trio Penyerang LDM G..." A few seconds ago

Pos terkait